Jumat, 12 Oktober 2018

          Pesona Cinta

Tawa itu terbenam dalam deras hujan, pagi ini tetesnya menghantam tumbuhan yang merindukan air, kegirangan bahkan menari nari menikmati tetesan demi tetes yang menghampiri daun, batang hingga akar, mengeluarkan bunga yang tersembunyi berganti dengan buah menyembul dari balik dedaunan. Ayam telah keluar dari tempat berteduhnya  kembali mengais-ngais tanah yang masih basah bertanda hujan telah redah seutuhnya. Begitu tenang rasanya sehabis hujan, hanya suara ayam, burung sesekali suara anak - anak yang bermain lumpur mengalirkan air yang tergenang.
Begitu indahnya hidup ini, namun kita tak pernah menikmatinya, tak sepaham dalam banyak hal, bertengkar katanya biar ramai, yang negatif dijadikan motivasi. Selama apapun hujan tak turun ke bumi tetap akan membawa kesejukan di setiap  tetesannya. Namun berbeda dengan mu saat ini, rasa nyaman itu menjadi hambar, bagai hujan yang melewati masa kesejukannya, menjadi badai tak terelakkan yang membawa sakit, duka bahkan kehilangan, begitu juga cinta yang berlebihan dari mu bagai bom waktu yang menghancurkan. Apakah dua hati yang saling mencintai dan terikat oleh hubungan patut di pelakukan dengan sesuatu yang membahayakan hubungan itu juga, dengan alasan mencari perhatian atau apapun itu, ini sungguh tidak masuk akal, kenapa tidak membuat perlakuan yang lebih positif sehingga tak ada luka dan rasa yang semakin memudar.
You don't cry, yang terbaik tetap terbaik apapun yang terjadi,
yang bersandiwara tetaplah bersandiwara walaupun sulit membedakan keduanya, jalanin aja, cinta akan membuka jalannya kemana dia hendak singgah, jangan lawan kata hati mu, yang terbaik tetap dari hati, walau terkadang seiring berjalannya waktu akan membuktikan rasa manis dan pahit dalam pilihan mu. memang sulit membedakannya saat kau jatuh cinta bertubi tubi atau karena gengsi tak memikirkannya, walau terkadang kau tak menjadi diri sendiri di sampingnya, this is life, don't cry, cinta memang sulit di tebak kadang memaksa kita mundur untuk yang terbaik bagi dia, mundur karena bertepuk sebelah tangan, bertahan walau sudah tak di anggap, jenuh dengan semua yang ada namun jika terus terus terluka bertahan atau merelakan itu menjadi pilihan dari dilema cinta itu sendiri. Cinta membawa pesonanya masing masing jadi kuatkanlah hati mu biarkan diri mu jatuh ke dasar yang paling dalam, saat kau sudah di dasar lihatlah dirimu, lihatlah tangga pertama untuk naik kembali kepermukaan bahkan lebih tinggi lagi ke puncak kebahagiaan karena saat terjatuh di situlah saat saat di mana kita melihat dengan jelas, saat saat itulah kita menentukan pilihan, apakah bangkit kembali untuk menjadi lebih baik atau terkubur bersama kelam masa lalu mu, namun pilihan pertama yang terbaik, bangkit karena hidup ini masih berjalan, jatuh dan bangkit itu sudah satu paket, orang - orang sering berkata "kenapa kita terjatuh, supaya kita bangkit dan menjadi lebih kuat.

#Penulisdaripelosok

Senin, 08 Oktober 2018

         Butiran Rindu

Teruntuk mu di keabadian
Tak tau aku harus mengucap apa
Tak tau apakah doa ku sampai pada mu

Raga mu tak bersama ku lagi
Namun jiwa mu seperti mengikuti
Entah mengapa rindu
Rindu dalam pelukan mu
Melihat wajah mu yang berubah
Rambut mu yang memutih

Embun tak datang pagi ini
Namun kesejukan masih terasa
Walau hembusan angin tak sesegar dulu
Teringat ku
Saat kau bangunkan ku dari peraduan
Saat kau mengajak ku berdiri dekat api
Tempat kita menanak nasi
Rasa dinding diganti hangat membara
Bagai hangatnya semangat mu
Memulai hari hari.


Salam Jabat Tangan